Rabu, 11 Juni 2014

ASKEP KATARAK

Diposting oleh Unknown di 20.54


ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN KATARAK
A.    DEFINISI
Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa, atau akibat kedua-duanya, biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif serta sering terjadi pada usia > 50 tahun.
B.     ETIOLOGI
  1. Kimia: keracunan kortikosteroid, ergot dan lain-lain
  2. Fisik: trauma mata
  3. Penyakit metabolik: diabetes mellitus, galaktosemi, distrofi miotonik
  4. Penyakit mata: glaukoma, ablasi, uveitis
  5. Genetik
  6. Usia à paling sering pada usila à oleh Karen degenerasi
  7. Rokok dan konsumsi alkohol meningkatkan risiko katarak
C.    MANIFESTASI KLINIK
  1. Penurunan tajam penglihatan secara progresif
  2. Penglihatan seperti berasap
  3. Bila katarak bertambah matang maka retina semakin sulit dilihat sampai akhirnya refleks fundus tidak ada dan pupil berwarna putih.
  4. Stadium pada katarak senile:
a.      Katarak Insipien
1)      Lensa berbentuk bercak-bercak kerutu
2)      Kekeruhan ringan
3)      Penglihatan terganggu
b.      Stadium/matur
1)      Lensa cembung à iris terdorong ke depan
2)      Bilik mata dangkal
3)      Lensa bengkak à katarak intumesen à akibat miopioasi (baca dekat)
4)      Uji gangguan iris positif
c.       Stadium matur
1)      Kekeruhan pada seluruh lensa à akibat deposisi ion Ca
2)      Cairan lensa keluar à bentuk normal
3)      Uji bayangan iris (shadow test) negatif
d.     Tajam penglihatan sangat menurun
1)      Stadium hipermatur
2)      Terjadi proses regenerasi lanjut
3)      Lensa bisa keras, lembek atau cair
4)      Lensa mengecil oleh karena massa lensa keluar dari kapsul à jadi kering dan kuning
5)      Massa cair dalam lensa yang tidak keluar à korteks nampak bentuk kantong à katarak MORGAGNI
D.    KOMPLIKASI
  1. Glaukoma
  2. Ablasio retina
  3. Uveitis
  4. Perdarahan vitreus
  5. Infeksi
  6. Pertumbuhan ke kamera okuli anterior
E.     PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
  1. Tes ketajaman penglihatan dan sentral penglihatan dengan kartu mata snellen/ mesin telebinokular
  2. Lapang penglihatan
  3. Pengukuran tonografi
  4. Pengukuran gonioskopi
  5. Tes provokatif
  6. Pemeriksaan oftamoskopi
  7. Darah lengkap, laju dan pemeriksaan lipid
  8. Tes toleransi glukosa/FBS
F.      PENATALAKSANAAN
  1. Tidak ada obat à kecuali bedah, indikasi pembedahan:
a.      Katarak mengganggu pekerjaan sehari-hari
b.      Katarak matur à cegah komplikasi uveitis, glaucoma
c.       Katarak dengan komplikasi
  1. Persiapan pasien di bedah:
a.      Uji and positif à tidak ada obstruksi fungsi eksresi saluran lakrimal
b.      Tidak ada infeksi sekitar mata
c.       Tekanan bola mata normal
d.     Tekanan darah sistolik 160 mmHg, diastolik 100 mmHg
e.      Bola darah normal
f.        Tidak batuk.

G.    ANALISA DATA PRE OPERASI
NO
DATA
PENYEBAB
MASALAH
KEPERAWATAN
1
DS:
-  Klien mengatakan penglihatannya kabur
DO:
-  Pupil tampak putih
-  Menurunnya ketajaman/ gangguan penglihatan
-  Visus menurun dan normal (normal visus 20/20)


Katarak
Gangguan penerimaan sensori
Penurunan ketajaman
penglihatan
Gangguan persepsi
sensori penglihatan
2
DS:
-  Klien mengatakan takut untuk dioperasi
DO:
-  Klien tampak cemas dan gelisah
-  Ekspresi wajah tegang
-  Klien bertanya tentang penyakitnya
Katarak
Perubahan status kesehatan
Hospitalisasi
Koping in efektif
Klien cemas
Ansietas
3
DS:
DO:
-  Klien tampak berhati-hati saat berjalan
-  Terjadi penurunan penglihatan
-  Visus menurun dan normal (normal visus 20/20)
Katarak
Gangguan penerimaan sensori
Penurunan ketajaman penglihatan
Risiko cedera
Risiko tinggi terjadi cedera

H.    ANALISA DATA POST OPERASI
NO
DATA
PENYEBAB
MASALAH
KEPERAWATAN
1
DS:
-  Klien mengeluh nyeri pada area yang sudah dioperasi
DO:
-  Wajah klien nampak meringis
-  Adanya luka operasi pada daerah mata
-  Skala nyeri 4 - 6
-  TTV tidak normal
Katarak
Tindakan pembedahan
kontinuitas jaringan
Pengeluaran mediator kimiawi bradikinin, serotonin, prostaglandin
Stimulasi ditangkap oleh reseptor nyeri syaraf bebas
Thalamus sebagai pusat sensori otak
Dihantarkan ke korteks cerebri di mana intensitas lokasi nyeri
ditentukan
Nyeri dipersepsikan
Nyeri

2

DS: -
DO: -

Katarak
Tindakan pembedahan
Risiko terjadi perdarahan


Risiko tinggi terjadi perdarahan

3

DS: -
DO: -

Katarak
Tindakan pembedahan
Balutan pada luka insisi
penglihatan terbatas
Risiko tinggi terjadi cedera





Risiko tinggi terhadap cedera
4
DS: -
DO:
-  Tampak luka insisi pada mata yang ditutupi verband
Katarak
Tindakan pembedahan
Adanya luka insisi
Invasi kuman/bakteri
Proses peradangan
Risiko infeksi
Risiko tinggi
terhadap infeksi


I.       RENCANA PERAWATAN PRE OPERASI
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (TUJUAN, KRITERIA RENCANA TINDAKAN)
1
Gangguan persepsi sensori: penglihatan berhubungan gangguan penerimaan ditandai dengan:
DS:
-   Klien mengatakan penglihatannya kabur
DO:
-   Pupil tampak berwarna putih
-   Menurunnya ketajaman/gangguan penglihatan
T  :    Gangguan persepsi sensori: penglihatan teratasi
K  :    -   Peningkatannya ketajaman penglihatan dalam batas situasi individu
         -   Mengidentifikasi/perbaikan potensial bahaya dalam lingkungan
I    :    -   Tentukan ketajaman penglihatan, catat apakah satu atau kedua mata terlibat
         -   Orientasikan pasien terhadap lingkungan, staf orang lain di areanya
         -   Perhatikan tentang suram atau penglihatan kabur dan iritasi mata, di mana dapat terjadi bila menggunakan tetes mata
2
Ansietas berhubungan dengan tindakan pembedahan, kemungkinan kegagalan penglihatan ditandai dengan:
DS:
-   Klien mengatakan takut untuk dioperasi
DO:
-   Klien tampak cemas dan gelisah
-   Ekspresi wajah tegang
-   Klien bertanya tentang penyakitnya.
T  :    Ansietas berkurang/hilang
K  :    -   Klien tenang
         -   Klien tidak banyak bertanya
         -   Kooperatif dalam pemberian intervensi dan pengobatan
I    :    -   Kaji tingkat cemas yang dirasakan klien
         -   Berikan informasi akurat dan jujur
         -   Dorong pasien untuk mengungkapkan masalah dan mengekspresikan perasaan
         -   Identifikasi sumber/orang yang menolong
         -   Jelaskan prosedur pre operasi
3
Risiko tinggi terjadi cedera berhubungan dengan peningkatan tekanan intra okuler, perdarahan intra okuler, kehilangan vitreous ditandai dengan:
DS: -
DO:
-   Klien tampak berhati-hati saat berjalan
-   Terjadi penurunan penglihatan
T  :    Cedera tidak terjadi
K  :    -   Klien tidak melaporkan adanya cedera
         -   Kebutuhan klien dapat terpenuhi tanpa ada cedera
I    :    -   Batasi aktivitas klien
         -   Anjurkan keluarga klien untuk membantu klien memenuhi kebutuhan sehari-hari
         -   Beri pengaman pada tempat tidur.


J.       RENCANA PERAWATAN POST OPERASI
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (TUJUAN, KRITERIA RENCANA TINDAKAN)
1
Nyeri berhubungan dengan tindakan pembedahan ditandai dengan:
DS:
-   Klien mengeluh nyeri pada area yang sudah di operasi
DO:
-   Wajah klien nampak meringis
-   Adanya luka operasi pada daerah mata
-   Skala nyeri 4 - 6
-   TTV tidak normal
T  :    Nyeri berkurang/hilang
K  :    -   Klien melaporkan nyeri berkurang/hilang
         -   Klien tampak rileks
         -   TTV dalam batas normal
I    :    -   Kaji tingkat, lokasi dan karakteristik nyeri
         -   Observasi TTV klien
         -   Beri penjelasan bahwa nyeri dapat terjadi beberapa jam setelah pembedahan
         -   Ajarkan teknik relaksasi
         -   Beri analgetik sesuai indikasi.
2
Risiko perdarahan berhubungan dengan peningkatan tekanan intraokuler, ditandai dengan:
DS: -
DO:
-   Adanya luka post operasi
T  :    Perdarahan tidak terjadi
K  :    -   Tanda dan gejala perdarahan tidak ada
         -   Tanda dan gejala peningkatan tekanan intraskuler tidak ada
I    :    -   Pantau tanda dan gejala perdarahan (nyeri pada atau sekitar mata, munculnya nyeri mendadak, perubahan, penglihatan)
         -   Pantau tanda dan gejala peningkatan tekanan intraokuler (nyeri alis mata, mual)
         -   Anjurkan klien untuk mengikuti pembatasan aktivitas (seperti menghindari, mengangkat beban yang berat selama sebulan dan lain-lain.)
3
Risiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan peningkatan tekanan intra okuler, perdarahan intraokuler, kehilangan vitreous, ditandai dengan:
DS: -
DO: -
T  :    Cedera tidak terjadi
K  :    -   Klien paham tentang faktor yang terlihat dalam kemungkinan cedera
         -   Klien melindungi diri dan cedera
         -   Klien kooperatif untuk meningkatkan keamanan
         -   Jelaskan tentang hal-hal yang terjadi pada pasca operasi misal: nyeri, pembatasan aktivitas, penampilan, balutan mata
         -   Beri posisi bersandar, kepala tinggi, atau miring ke sisi yang tak sakit sesuai keinginan
         -   Batasi aktivitas seperti menggerakkan kepala tiba-tiba menggaruk mata, membungkuk
         -   Observasi pembengkakan luka, pupil berbentuk buah pir
         -   Pertahankan perlindungan mata sesuai indikasi.
4
Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan prosedur bedah pengangkatan katarak) ditandai dengan:
DS: -
DO:
-   Tampak luka insisi pada mata yang ditutupi verband
T  :    Infeksi tidak terjadi
K  :    -   Penyembuhan luka tepat waktu
         -   Bebas dan tanda-tanda infeksi, eritema, demam.
I    :    -   Diskusikan pentingnya mencuci tangan sebelum menyentuh/mengobati mata
         -   Ajarkan teknik yang tepat untuk membersihkan mata dan dalam keluar dengan tisu basah/bola kapas untuk usapan, ganti balutan dan masukkan lensa kontak bila menggunakan.
         -   Tekankan pentingnya tidak menyentuh/menggaruk mata yang dioperasi
         -   Observasi terjadinya infeksi misal: kemerahan, kelopak bengkak, drainase purulen
         -   Kolaborasi pemberian antibiotik dan steroid sesuai indikasi.

0 komentar:

Posting Komentar

PESONA CERDAS. Diberdayakan oleh Blogger.
 

PESONA CERDAS Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting