Sabtu, 16 Agustus 2014

MAKALAH PEMASANGAN KATETER

Diposting oleh Unknown di 21.33
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Eliminasi normal sisa tubuh melalui saluran gastrointestinal dan perkemihan. Merupakan fungsi dasar yang banyak orang mengalaminya. Bila salah satu system terganggu dan eliminasi normal tidak terjadi, sitem tubuh lain mengalami risiko terpengaruh. Selain itu, gangguan eliminasi dapat memilki dampak emosi dan social juga. Klien yang semula mandiri mungkin sekarang menjadi menarik diri dan tidak dapat aktif bersosialisasi. Untuk mempertahankan eliminasi yang tepat, perawat perlu membantu untuk mendidik klien mengenai alternatif pola eliminasi.  
B.     Rumusan masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaiman cara melakukan insersi/ pemasangan kateter kandung kemih ?
C.     Tujuan
Mampu melakukan Insers/ pemasangan kateter

BAB II
PEMBAHASAN

Bagian 1: Pemasangan kateter kandung kemih pada wanita
A.    Defenisi
Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan. Kateter terutama terbuat dari bahan karet atau plastik, metal, woven silk dan silicon.
Kandung kemih adalah sebuah kantong yang berfungsi untuk menampung air seni yang berubah-ubah jumlahnya yang dialirkan oleh sepasang ureter dari sepasang ginjal. Kateterisasi kandung kemih adalah dimasukkannya kateter melalui urethra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan air seni atau urine. Kateterisasi kandung kemih pada wanita adalah pemasangan/ memasukkan slang karet atau plastik ke dalam genetalia wanita melewati uretra ke dalam kandung kemih


B.     Kegunaan/ manfaat
Ø  Untuk segera mengatasi distensi kandung kemih.
Ø  Untuk pengumpulan spesimen urine.
Ø  Untuk mengukur residu urine setelah miksi di dalam kandung kemih.
Ø  Untuk mengosongkan kandung kemih sebelum dan selama pembedahan .

C.     Persiapan alat
1)      Sarung tangan steril
2)      Kateter steril
3)      Duk steril
4)      Minyak pelumas/ jelly
5)      Larutan pembersih/ anti septik
6)      Spoit yang berisi cairan atau udara
7)      Perlak
8)      Pinset anatomi
9)      Bengkok
10)  Urin bag
11)  Sampiran
12)   Aquades
D.    Prosedur kerja
1)      Jelaskan prosedur pada klien
2)      Cuci tangan
3)      Pasang sampiran
4)      Pasang perlak
5)      Gunakan sarung tangan steril
6)      Pasang duk steril
7)      Melakukan desinfeksi sebagai berikut : Pada penderita wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora, desinfeksi dimulai dari atas ( clitoris ), meatus lalu kearah bawah menuju rektum. Hal ini diulang 3 kali . deppers terakhir ditinggalkan diantara labia minora dekat clitoris untuk mempertahankan penampakan meatus urethra.
8)      Kateter diberi minyak pelumas pada ujungnya, lumuri kateter dengan jelly dari ujung merata sampai sepanjang 4 cm.
9)      Untuk pasien wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora sedang tangan kanan memasukkan kateter pelan-pelan dengan disertai penderita menarik nafas dalam. Kaji kelancaran pemasukan kateter, jika ada hambatan kateterisasi dihentikan. Menaruh nierbecken di bawah pangkal kateter sebelum urine keluar. Masukkan kateter sampai pangkalnya.  
10)  Mengambil spesimen urine kalau perlu.
11)  Mengembangkan balon kateter dengan aquades steril sesuai volume yang tertera pada label spesifikasi kateter yang dipakai.
12)  Memfiksasi kateter : Pada klien wanita kateter difiksasi dengan plester pada pangkal paha.
13)  Menempatkan urin bag di tempat tidur pada posisi yang lebih rendah dari kandung kemih.
14)  Rapikan alat
15)  Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
16)  Melaporkan pelaksanaan dan hasil tertulis pada status penderita yang meliputi: Hari tanggal dan jam pemasangan kateter, Tipe dan ukuran kateter yang digunakan, Jumlah, warna, bau urine dan kelainan-kelainan lain yang ditemukan, Nama terang dan tanda tangan pemasang.
Bagian 2: Pemasangan kateter kandung kemih pada laki-laki
A.    Defenisi
Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan. Kateter terutama terbuat dari bahan karet atau plastik, metal, woven silk dan silicon.
Kandung kemih adalah sebuah kantong yang berfungsi untuk menampung air seni yang berubah-ubah jumlahnya yang dialirkan oleh sepasang ureter dari sepasang ginjal. Kateterisasi kandung kemih laki-laki adalah dimasukkannya kateter pada alat genetalia laki-laki melalui urethra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan air seni atau urine.
B.     Kegunaan/ manfaat
·         Untuk segera mengatasi distensi kandung kemih
·         Untuk pengumpulan spesimen urine
·         Untuk mengukur residu urine setelah miksi di dalam kandung kemih
·         Untuk mengosongkan kandung kemih sebelum dan selama pembedahan

C.     Persiapan alat
1)      Sarung tangan steril
2)      Kateter steril
3)      Duk steril
4)      Minyak pelumas/ jelly
5)      Larutan pembersih/ anti septic
6)      Spoit yang berisi cairan atau udara
7)      Perlak
8)      Pinset anatomi
9)      Bengkok
10)  Urin bag
11)  Sampiran
12)   Aquades
D.    Prosedur kerja
1)      Jelaskan prosedur pada klien
2)      Cuci tangan
3)      Pasang sampiran
4)      Pasang perlak
5)      Gunakan sarung tangan steril
6)      Pasang duk steril
7)      Melakukan desinfeksi sebagai berikut: Pada klien laki-laki penis dipegang dan diarahkan ke atas atau hampir tegak lurus dengan tubuh untuk meluruskan urethra yang panjang dan berkelok agar kateter mudah dimasukkan . desinfeksi dimulai dari meatus termasuk glans penis dan memutar sampai pangkal, diulang sekali lagi dan dilanjutkan dengan alkohol. Pada saat melaksanakan tangan kiri memegang penis sedang tangan kanan memegang pinset dan dipertahankan tetap steril.
8)      Kateter diberi minyak pelumas/jelly pada ujungnya (kurang 12,5-17,5 cm) lalu masukkan perlahan meatus sambil anjurkan klien menarik napas dalam.
Dengan penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: Pada  laki-laki : Tangan kiri memegang penis dengan posisi tegak lurus tubuh penderita sambil membuka orificium urethra externa, tangan kanan memegang kateter dan memasukkannya secara pelan-pelan dan hati-hati bersamaan penderita menarik nafas dalam. Kaji kelancaran pemasukan kateter jika ada hambatan berhenti sejenak kemudian dicoba lagi. Jika masih ada tahanan kateterisasi dihentikan. Menaruh neirbecken di bawah pangkal kateter sebelum urine keluar. Masukkan kateter sampai urine keluar sedalam 5 – 7,5 cm dan selanjutnya dimasukkan lagi +/- 3 cm.
17)  Setelah kateter masuk, isi balon dengan cairan aquades atau sejenisnya untuk kateter menetap (mengembangkan balon kateter dengan aquadest steril sesuai volume yang tertera pada label spesifikasi kateter yang dipakai) dan bila intermiten tarik kembali sambil klien di minta menarik napas dalam.
18)  Mengambil spesimen urine kalau perlu.
19)  Memfiksasi kateter : pada laki-laki kateter difiksasi dengan plester pada abdomen
20)  Menempatkan urin bag di tempat tidur pada posisi yang lebih rendah dari kandung kemih.
21)  Rapikan alat
22)  Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
23)  Menempatkan urin bag di tempat tidur pada posisi yang lebih rendah dari kandung kemih
24)  Melaporkan pelaksanaan dan hasil tertulis pada status klien yang meliputi:
·         Hari tanggal dan jam pemasangan kateter
·         Tipe dan ukuran kateter yang digunakan
·         Jumlah, warna, bau urine dan kelainan-kelainan lain yang ditemukan
·         Nama terang dan tanda tangan pemasang

Bagian 3. Pemasangan kondom kateter
A.    Defenisi
Kateter kondom adalah alat drainase urine ekternal yang tepat dalam penggunaannya adan aman untuk mendarinase urine pada klien pria. Alat ini lembut, dan sarung karet yang lembut yang disarungkan ke penis.
B.     Kegunaan/ manfaat
Tersedia untuk klien inkontinensia atau koma yang masih mempunyai fungsi pengosongan kandung kemih lengkap dan spontan. 
C.     Persiapan alat
1.      Sarung tangan
2.      Air sabun
3.      Pengalas
4.      Kateter kondom
5.      Kantung penampung urine
6.      sampiran
D.    Prosedur kerja
1.      Jelaskan prosedur pada klien
2.      Cuci tangan
3.      Pasang sampiran
4.      Pasang perlak
5.      Gunakan sarung tangan
6.      Atur posisi klien telentang
7.      Bersihkan daerah genetalia dengan air sabun, bilas dengan air
8.      Lakukan pemasangan kondom dengan disisakan 2,5-5 cm ruang antara glans penis dengan ujung kondom
9.      Lekatkan pangkal kateter pada batang penis dengan perekat elastis dan jangan ketat.
10.  Hubungkan ujung kondom dengan kantung penampung urine
11.  Rapikan alat
12.  Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
13.  Catat prosedur dan respon klien.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan. Kateterisasi kandung kemih adalah dimasukkannya kateter pada alat genetalia.
Kandung kemih adalah sebuah kantong yang berfungsi untuk menampung air seni yang berubah-ubah jumlahnya yang dialirkan oleh sepasang ureter dari sepasang ginjal. Kateterisasi kandung kemih adalah dimasukkannya kateter melalui urethra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan air seni atau urine. Kateterisasi kandung kemih adalah pemasangan/ memasukkan slang karet atau plastik ke dalam genetalia melewati uretra ke dalam kandung kemih alat sesui dengan prosedur kerja.
 Kateter kondom adalah alat drainase urine ekternal yang tepat dalam penggunaannya adan aman untuk mendarinase urine pada klien pria. Alat ini lembut, dan sarung karet yang lembut yang disarungkan ke penis. Tersedia untuk klien inkontinensia atau koma yang masih mempunyai fungsi pengosongan kandung kemih lengkap dan spontan. 
B.     Saran
          Untuk mempertahankan eliminasi yang tepat yaitu pada kondisi klien, maka diharapkan perawatan secara komprehensif terhadap kasus ini perlu dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan kaidah proses keperawatan. Perlu ditingkatkan pelayanan yang cepat dan tepat untuk menghindari keadaan yang semakin memburuk dan gangguan psikologis sehingga klien merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan.


DAFTAR PUSTAKA
.
Advanced Trauma Life Support Program Untuk Dokter, Cedera Kepala, Committee on Trauma American College of Surgeons, Terjemahan Komisi Trauma IKABI, 1997
Buku panduan Kebutuhan Dasar Manusia (KDM), praktek laboratirium sklill keperawatan. Program studi Keperawatan UIN Alauddin Makassar semester 2. 2008.
Perry , Anne Griffin,. Potter, Peterson,. Buku saku Keterampila & Prosedur Dasar Edisi 5. Jakarta: EGC. 2005.
Prosedur Tetap Standar Pelayanan Medis IRD Dr. Soetomo. 1996

Widjoseno Gardjito,Urologi, Pedoman Diagnosa dan Terapi Lab/UPF Ilmu Bedah RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, 1994

0 komentar:

Posting Komentar

PESONA CERDAS. Diberdayakan oleh Blogger.
 

PESONA CERDAS Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting