Rabu, 16 Juli 2014

MAKALAH EKLAMPSIA

Diposting oleh Unknown di 14.06


Ø PENGERTIAN EKLAMPSIA

Eklamsia adalah merupakan penyakit akut dengan kejang-kejang dan koma pada wanita hamil dan wanita dalam masa nifas disertai dengan hipertensi, edema, dan proteinuria (Pusdiknes, Depkes RI, 1990;9). 
Eklamsia merupakan kondisi lanjutan dari preeklamsia yang tidak teratasi dengan baik.selain mengalami gejala preeklamsia,pada wanita yang terkena eklamsia juga sering mengalami kejang-kejang.eklamsia dapat menyebabkan koma baik sebelum atau sesudah melahirkan.(http://www.en.wikipedia.org/wiki/eclamsia/23/03/2010)

Eklamsia adalah akut dengan kejang coma pada ibu hamil dan wanita dalam masa nifas  disertai dengan hipertensi,edema,dan proteinuria. (obsetri patologi;UNPAD)

Eklamsia adalah suatu keadaan dimana didiagnosis ketika preeklamsia memburuk menjadi kejang.( helen varney;2007)

Eklampsia adalah preeklamsi yang disertai kejang dan/koma yang timbul bukan akibat kelainan neurology

Menurut kamus saku kedokteran Dorland, Eklampsia adalah konvulsi dan koma, jarang koma saja, yang terjadi pada wanita hamil atau dalam masa nifas dengan disertai hipertensi, edema dan atau proteinuria.

Ø TANDA DAN GEJALA PREEKLAMSI A PADA MASA NIFAS
1.     Nyeri kepala hebat pada bagian depan atau belakang kepala yang diikuti dengan peningkatan tekanan darah yang abnormal. Sakit kepala tersebut terus menerus dan tidak berkurang dengan pemberian aspirin atau obat sakit kepala lain
2.     Gangguan penglihatan  pasien akan melihat kilatan-kilatan cahaya, pandangan kabur, dan terkadang bisa terjadi kebutaan sementara
3.     Iritabel ibu merasa gelisah dan tidak bisa bertoleransi dengan suara berisik atau gangguan lainnya
4.     Nyeri perut  nyeri perut pada bagian ulu hati yang kadang disertai dengan muntah
5.     Tanda-tanda umum pre eklampsia (hipertensi, edema, dan proteinuria)
6.     Kejang-kejang dan / atau koma




Ø PROGNOSA
          Selama masa  nifas hari ke-1 sampai 28, ibu harus mewaspadai munculnya preeklamsia, jika keadan bertambah berat biasa  terjadi eklamnsia ,dimana kesadaran hilang dan tekanan darah meningkat tinggi, Akibatnya pembuluh darah otak bisa pecah, terjadi oedema Pada paru-paru yang memicu batuk berdarah dan semua ini bisa menyebabkan kematian.
Eklampsia adalah suatu keadaan yang sangat berbahaya maka prognosa kurang baik untuk ibu dan bayi. Prognosa dipengaruhi oleh paritas, usia dan keadaan saat masuk rumah sakit .
Ø INDIKASI TINDAKAN

Ø PERSIAPAN PASIEN
·        Persiapan psikologis untuk menghadapi perawatan atau pengobatan yang akan di lakukan bidan atau petugas
·        Mengatur posisi,jika pasien kejang baringkan pada 1 sisi,tempat tidur kepala di tinggikan sedikit untuk mengurangi aspirasi sekret,muntahan atau darah
·        persiapan keluarga
Ø PERSIAPAN ALAT
·        spatel lidah
·        oksigen
·        pengisap lendir
·        hanscun
·        obat kejang
Ø PERSIAPAN PETUGAS
·        Persiapan diri

Ø TINDAKAN
·        mgSO4 20%  8 gram intravena selama 4 menit,di ikuti 4 gram Im/ 4jam,di lanjutkan dengan MsGO4  4% gram Im,di lanjutkan dengan dosis pemeliharaan 10 gram mgSO4 dalam 500 ml Dextrose 5 % selama 6 jam.
·        berikan obat-obatan lain seperti anti hipertensi,diuretika,anti biotika,karditonika,di berikan bila ada indikasi
·        perawatan pada serangan kejang :di rawat di ruang isolasi yang tenang
·        kepala di rendahkan dan orofaring di bersihkan dengan penghisap lendir


Ø EVALUASI

·        apabila terjadi kejang berulang dapat diberikan tambahan mgSO4 2 gram intra vena selama 2 menit setela pemberian terakhir
·        apabila ada indikasi selanjutnya berikan seperti anti hipertensi,diuretika,anti biotika,karditonika.

Standar Operasional Prosedur
Pengertian
Tata cara melakukan penanganan pada eklampsia dalam masa nifas
Tujuan
Sebagai acuan penanganan pasien dengan eklampsia
Kebijakan
·        Bidan yang terampil
·        Tersedia alat-alat yang dibutuhkan
Prosedur
Persiapan alat dan bahan jika terjadi kejang:

·        Handskun
·        Obat kejang
·        Pengisap lender
·        Masker oksigen
·        Oksigen
·        Spatel lidah

PENATALAKSANAAN

·        Memberi salam
·        Memberikan penjelasan kepada keluarga dan pasien
·        Mendekatkan peralatan disamping penderita
·        Mencuci tangan
·        Memakai sarung tangan
·        Mengatur posisi pasien
  • Singkirkan benda-benda berbahaya di sekitar pasien
  • Lepaskan pakaian yang mengganggu pernafasan.
  • Pasang spatel lidah, untuk menghindari tergigitnya lidah.
  • Beri obat kejang (antikonvulsan).
  • Perlangkapan untuk penanganan kejang (jalan nafas, pengisap lender, masker oksigen dan oksigen).
  • Lindungi pasien dari kemungkinan trauma.
  • Aspirasi mulut dan tenggorokan.
  • Baringkan pasien pada sisi kiri, posisi tradelenburg untuk mengurangi risiko aspirasi.
  • Berikan O2 4-6 liter/menit.
  • Mencuci
Penanganan umum :
Jika tekanan diastolik>110mmHg, berikan obat anti hipertensi sampai tekanan diastolik antara 90-100mm/Hg. Pasang infus ringer laktat dengan jarum besar nomor 16 atau lebih. Ukur keseimbangan cairan, jangan sampai terjadi overload. Kateterisasi urin untuk mengukur volum dan pemeriksaan proteinuria. Infus cairan dipertahankan 1,5-2 liter/24 jam.
Rujuk ke fasilitas yang lebih lengkap jika :
  • Terdapat oliguria (<400ml/24 jam).
  • Terdapat sindrom HELLP.
  • Koma berlanjut lebih dari 24 jam setelah kejang.



Unit terkait

0 komentar:

Posting Komentar

PESONA CERDAS. Diberdayakan oleh Blogger.
 

PESONA CERDAS Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting