BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG

Sementara
itu adalah bentuk paling ekstrim dari gangguan mood pasca melahirkan, psikosis
pasca persalinan juga merupakan salah satu yang paling
langka. Biasanya digambarkan sebagai periode ketika seorang wanita
kehilangan sentuhan dengan realitas, gangguan tersebut terjadi pada wanita yang
baru melahirkan. Ini mempengaruhi antara satu dan dua perempuan per
1.000 wanita yang telah melahirkan.
Sayangnya,
meskipun banyak wanita dengan gangguan tersebut menyadari sesuatu yang salah
dengan mereka, kurang dari 20% benar-benar berbicara kepada penyedia pelayanan
kesehatan mereka. Masih sedih adalah kenyataan bahwa psikosis
postpartum sering salah didiagnosis atau dianggap depresi postpartum , sehingga
mencegah seorang wanita menerima perhatian medis yang tepat yang dia butuhkan.
Wanita
yang tidak menerima pengobatan yang tepat seringkali merespon dengan baik tapi
biasanya mengalami depresi pasca melahirkan sebelum benar-benar
pulih. Namun, tanpa pengobatan, psikosis dapat menyebabkan konsekuensi
yang tragis. Psikosis postpartum memiliki tingkat bunuh diri 5% dan
tingkat pembunuhan bayi 4%.
Meskipun
timbulnya gejala dapat terjadi kapan saja dalam tiga bulan pertama setelah
melahirkan, wanita yang memiliki postpartum psikosis biasanya mengalami gejala
dalam 2-3 minggu pertama setelah melahirkan. Gejala psikosis
postpartum biasanya muncul tiba-tiba, dalam 80% kasus, psikosis terjadi tiga
sampai 14 hari setelah periode bebas gejala.
Patologi
kebidanan adalah salah satu masalah dalam pelayanan kesehatan dan harus
dikenali gejalanya sejak dini. Pada bab ini kita sebagai bidan harus bisa
mengidentifikasi gangguan psikologi post partum diantaranya depresi post parum,
post partum blues, dan post partum psikosa.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
definisi dari psikosa postpartum ?
2. Apa
tanda dan gejala dari psikosa postpartum ?
3. Bagaimana
prognosa dari psikosa postpartum ?
4. Apa
indikasi tindakan yang harus dilakukan pada kasus psikosa postpartum ?
5. Apa
saja persiapan pasien yang mengalami psikosa postpartum ?
6. Apa
saja alat yang disediakan dalam kasus
psikosa postpartum ?
7. Apa saja
pesiapan penolong yang akan menolong dalam kasus psikosa postpartum ?
8. Bagaimana
tindakan yang dilakukan dalam kasus psikosa
postpartum ?
9. Bagaimana
evaluasi dalam kasusupsikosa postpartum ?
10. Bagaimana
standar operasional presedur dalam kasus psikosa postpartum ?
C.
TUJUAN
1. Untuk
mengetahui pengertian psikosa postpartum
2. Untuk
mengetahui tanda dan gejala dari psikosa
postpartum
3. Untuk
mengetahui Bagaimana prognosa dari psikosa postpartum
4. Untuk
mengetahui indikasi tindakan yang harus dilakukan pada kasus psikosa postpartum
5. Untuk
mengetahui Apa saja persiapan pasien yang mengalami psikosa postpartum
6. Untuk
mengetahui Apa saja alat yang disediakan
dalam kasus psikosa postpartum
7. Untuk
mengetahui apa saja pesiapan penolong yang akan menolong dalam kasus psikosa
postpartum
8. Untuk
mengetahui bagaimana tindakan yang dilakukan dalam kasus psikosa postpartum
9. Untuk
mengetahui Bagaimana evaluasi dalam kasusupsikosa postpartum
10. Untuk
mengetahui standar operasional presedur dalam kasus psikosa postpartum ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
PSIKOSA POSTPARTUM
1. Postpartum
psikosa merupakan gangguan yang paling mengkhawatirkan dan merupakan penyakit
jiwa masa nifas yang parah (Asuhan kebidanan patologi 2011).
2. Post
partum psikosa dalah depresi yang terjadi pada minggu pertama dalam 6 minggu
setelah melahirkan
3. Psikosa pospartum Merupakan gangguan
jiwa yang berat yang ditandai dengan waham, halusinasi dan kehilangan rasa
kenyataan ( sense of reality ) yang terjadi kira-kira 3-4 minggu pasca
persalinan. Merupakan gangguan jiwa yang serius, yang timbul akibat penyebab
organic maupun emosional ( fungsional ) dan menunjukkan gangguan kemampuan
berfikir, bereaksi secara emosional, mengingat, berkomunikasi, menafsirkan
kenyataan dan tindakan sesuai kenyataan itu, sehingga kemampuan untuk memenuhi
tuntutan hidup sehari-hari sangat terganggu
4. Psikosa
adalah suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality)
atau dengan kata lain, psikosa adalah tingkah laku secara keseluruhan dalam
kepribadiannya berpengaruh tidak ada kontak dengan realitas sehingga tidak
mampu lagi menyesuikan diri dalam norma-norma yang wajar dan berlaku umum.
Wanita dengan
psikosis postpartum tidak berpijak pada realitas lagi, mereka memperlihatkan
masa waras yang berselang-seling dengan psikosis. Terdapat dua tipe wanita yang
rentan mengalami gangguan psikosa yaitu wanta yang pada dasarnya telah memiliki
gangguan depresif, manik, skizofrenik,dan wanita yang pernah mengalami depresi
atau kejadian kehidupan berat pada tahun sebelumnya.
Interval yang singkat antara serangan
psikiatrik sebelumnya dan persalinan meningkatkan kemungkinan kekambuhan.
Selain itu berkaitan dengan factor biologis dan mencakup usia muda ,primiparitas
dan riwayat penyakit jiwa dalam keluarga .sekitar ¼ dari wanita yang pernah
mengalami kekambuhan pada kehamilan . puncak gejala psikotik adalah 10-14 hari
postpartum,tetapi resiko tetap tinggi selama beberapa bulan setelah melahirkan.
Psikosa terbagi dalam dua golongan
besar, yaitu :
1.
Psikosa
fungsional Merupakan gangguan psikologis yang faktor penyebabnya terletak pada
aspek kejiwaan, disebabkan karena sesuatu yang berhubungan dengan bakat
keturunan, bisa juga disebabkan oleh perkembangan atau pengalaman yang terjadi
dalam kehidupan seseorang.
2.
Psikosa
organic,Disebabkan oleh kelainan atau gangguan pada aspek tubuh, kalau jelas
sebab-sebab dari suatu psikosa fungsional adalah hal-hal yang berkembang dalam
jiwa seseorang.
B.
TANDA
& GEJALA PSIKOSA POSTPARTUM
v Gejala
Gejala
awal :
a.
Perasaan
sedih, kecewa dan putus asa
b.
Sering
menangis
c.
Merasa
Letih dan lelah
d.
Semangat
menurun ataupun kehilangan sensasi menyenangkan
e.
Mudah
tersinggung / labil
f.
Sakit
kepala
g.
Peningkatan
ataupun penurunan berat badan secara tiba-tiba
h.
Memperlihatkan
penurunan minat pada bayinya
Gejala
lanjutan :
a.
Curiga
berlebihan
b.
Kebingungan
c.
Sulit
konsentrasi
d.
Bicara
meracau atau inkoheren
e.
Irasional
f.
Pikiran
obsesif ( pkiran yang menyimpang dan berulang-ulang )
g.
Agresif
h.
Impulsif
( bertindak diluar kesadaran )
v Tanda
a. Halusinasi
b. Sejumlah
kelainan peilaku, seperti aktivitas yang meningkat, gelisah, dan retardasi
psikomotor.
c. Obsesi
mengenai bayi
d. Delusi
e. Pikiran
yang tidak logis
f. Insomnia
g. Menolak
untuk makan
h. Perasaan
cemas yg berlebihan
i. Delirium
atau mania.
j. Ingin
bunuh diri.
C.
PROGNOSA
Perjalanan
penyakit bervariasi dan bergantung pada jenis penyebab penyakit. Bagi mereka
dengan psikosis manik-depresif dan skizoafektif, waktu pemulihan adalah sekitar
6 bulan (Sneddon, 1992). Yang paling mengalami gangguan fungsi pada saat
pemeriksaan lanjutan adalah mereka yang menderita skizofrenia yaitu
kepribadiannya selalu akan menuju ke kemunduran mental sedangkan psikosis manic-depresif tdak
mengalami kemunduran mental.
Para
wanita ini sebaiknya dirujuk ke psikiater. Keparahan psikosis postpartum
mengharuskan diberikannya terapi farmakologis dan pada sebagian besar kasus
dilakukan tindakan rawat inap. Wanita ynag mengalami psikosis biasanya
mengalami kesulitan merawat bayinya.Prognosa penyakit psikosa 20% akan
mengalami psikosis berulang dan 50% akan mengalami episode psikosis berulang.
D.
INDIKASI
TINDAKAN
a. Pasien
dengan perilaku ingin bunuh diri
b. Pasien
ganas menyerang orang lain
c. Pasien
dengan gangguan bipolar /skizofrenia
d. Pasien
gelisah /panik
e. Pasien
menolak untuk makan
f. Pasien
impulsive(bertindak diluar kesadaran)
g. Pasien
yang ingin membunuh bayinya
E.
PERSIAPAN
PASIEN
1. Keluarga
dijelaskan tindakan yang akan dilakukan .
2. Memberikan
dukungan emosi onal terhadap pasiennya
F.
PERSIAPAN
ALAT
1. Alat pelindung diri (masker,
kacamata safety, handscoen, scort)
2. Diagnosa test
3. Emergency trolley
4. Jaket pengaman (dwang jas)
5. Manset
6. Obat psikotropik)
G.
PERSIAPAN
PETUGAS
Petugas yang disiapkan lebih dari
satu orang yang memiliki keterampilan yang dapat menangani pasien yang
mengalami psikosa postpartum serta perlengkapan petugas dilengkapi perlindungan
diri.
H.
PELAKSANAAN
TINDAKAN
1.
Melakukan
pemeriksaan secara umum untuk mengetahui keadaan ibu.
2.
Menyampaikan
keadaan ibu kepada keluarga bahwa ibu memerlukan perhatian atau dukungan yang
lebih dari keluarganya terutama suaminya.
3.
Melakukan
konseling dan memberikan dukungan psikologis kepada ibunya serta memberikan ibu
obat antipsikosis atau obat antidepresi.
4.
Menganjurkan
kepada keluarga/suami untuk lebih memberi perhatian kepada ibu agar ibu tidak
merasa kesepian dan di acuhkan.
5. Sarankan
kepada/keluarga untuk berkonsultasi dengan tenaga medis apabila kondisi ibu
makin parah.
I.
EVALUASI
1. Menyusun
perencaan evaluasi tepat waktu dan terus menerus menggunakan data dasar dan
respon klien dalam mengukur perkembangan ke-arah pencapian tujuan.
2. Menganalisa
data baru dengan teman sejawat dan keluarga
3. Bekerja
sama dengan keluarga dalam memberikan asuhan.
Hal-hal
yang perlu di observasi terhadap pasien sebelum dan sesudah tindakan yaitu:
a. Tekanan
darah
b. Nadi
c. Pernafasan,
dan respon pasien dan observasi emosi pasien.
J.
SOP
(STANDAR OPERSIONAL PROSEDUR)
Penanganan
pasien dengan kasus psikosa postpartum.
a. Pengertian
psokosa
Postpartum
psikosa merupakan gangguan yang paling mengkhawatirkan dan merupakan penyakit
jiwa masa nifas yang parah.
b. Tujuan
Untuk
menghindari ancaman kekerasan fisik atau psikis terhadap diri pasien atau orang
lain maupun ancaman dari lingkungan social.
c. indikasi
tinadakan
a. Pasien
dengan perilaku ingin bunuh diri
b. Pasien
ganas menyerang orang lain
c. Pasien
dengan gangguan bipolar /skizofrenia
d. Pasien
gelisah /panik
e. Pasien
menolak untuk makan
f. Pasien
impulsive (bertindak diluar kesadaran)
g. Pasien
yang ingin membunuh bayinya\
d. persiapan
1. alat :
a. Alat pelindung diri (masker,
kacamata safety, handscoen, scort)
b. Diagnosa test
c. Emergency trolley
d. Jaket pengaman (dwang jas)
e. Manset
f. Obat psikotropik)
2.pasien
a. Keluarga
dijelaskan tindakan yang akan dilakukan .
b. Memberikan
dukungan emosi onal terhadap pasiennya
3.petugas
Petugas yang disiapkan lebih dari satu orang yang
memiliki
keterampilan
yang dapat menangani pasien yang mengalami psikosa postpartum serta
perlengkapan diri
e. pelaksanaan
1. Melakukan pemeriksaan secara umum
untuk mengetahui keadaan ibu.
2. Menyampaikan keadaan ibu kepada
keluarga bahwa ibu memerlukan perhatian atau dukungan yang lebih dari
keluarganya terutama suaminya.
3. Melakukan konseling dan memberikan
dukungan psikologis kepada ibunya serta memberikan ibu obat antipsikosis atau
obat antidepresi.
4. Menganjurkan kepada keluarga/suami
untuk lebih memberi perhatian kepada ibu agar ibu tidak merasa kesepian dan di
acuhkan.
5. Sarankan
kepada/keluarga untuk berkonsultasi dengan tenaga medis apabila kondisi ibu
makin parah.
f. Hal-hal
yang perlu diperhatikan.
1.
Petugas tetap menjaga jarak fisik
dengan pasien.
2.
Pada
saat satu orang petugas berkomunikasi dengan pasien, petugas lain mengawasi
dari jauh bila pasien tidak dapat mengendalikan diri.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Gangguan psikologi post partum diantaranya depresi post parum,
post partum blues, dan post partum psikosa.Post partum psikosa dalah depresi
yang terjadi pada minggu pertama dalam 6 minggu setelah melahirkan.Perjalanan penyakit
bervariasi dan bergantung pada jenis penyebab penyakit
Para
wanita ini sebaiknya dirujuk ke psikiater. Keparahan psikosis postpartum
mengharuskan diberikannya terapi farmakologis dan pada sebagian besar kasus
dilakukan tindakan rawat inap. Wanita ynag mengalami psikosis biasanya
mengalami kesulitan merawat bayinya.Prognosa penyakit psikosa 20% akan
mengalami psikosis berulang dan 50% akan mengalami episode psikosis berulang.
B.
SARAN
Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa
dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Sihotang , pesta corry ,dkk. 2011 Asuhan kebidanan patologi. Makassar :
Politeknik kesehatan Makassar.
·
Maramis w.e. 1990.Ilmu Kedokteran Jiwa .surabaya : Airlagga University Press.
·
http://poizoneya.blogspot.com /2010/07/
askeb -iv-gangguan-psikologipostpartum.html
0 komentar:
Posting Komentar